Senin, 15 September 2008

Kerajinan Tangan Bali....

Kerajinan Tangan Bali....
Kerajinan Bali yang kami tawarkan adalah kerajinan tangan dari Bali berupa ukiran patung kayu, souvenir, lulur bali, aromatherapy, tas, sepatu dan sandal Bali.
Kerajinan Tangan Bali menjadi kerajina andalan Bali yang dicari dan sangat digemari karena kerajinan tangan dari bali ini begitu unik dan menjadi ciri khas yang dapat dijadikan oleh-oleh atau souvenir bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Bali yang dikenal memiliki tempat-tempat wisata yang berpanorama indah, natural dan eksotik juga memiliki produk kerajinan tangan yang menjadi ciri khas sebagai oleh-oleh dari Bali seperti ukiran, tas, sandal juga berbagai jenis makanan yang salah satu contohnya yaitu kacang yaitu kacang bali, kacang koro dan kacang asin. Ada pula produk SPA dari bahan natural yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seperti lulur Bali dan aromatherapy.Kerajinan tangan Bali sangat khas mengingat di Bali begitu kental seni dan budaya yang ada. Dengan adanya seni dan budaya di Bali, menghasilkan produk-produk kerajinan yang bernilai seni tinggi serta bercitarasa tinggi, sehingga menjadi produk kerajinan tangan yang selalu dicari wisatawan domestik dan juga manca negara, untuk dijadikan hiasan rumah, taman, hotel dan kantor seperti contohnya ukiran-ukiran Bali dari kayu dan batu-batuan, serta bahan natural untuk kesehatan seperti lulur bali dan aromatherapy.

Bunga Langka Udumbara

Bunga Langka Udumbara
Posted on April 28th, 2008 by riasaptarika
Senin, 28 April 2008
MENAKJUBKAN! Bunga legendaris Udumbara yang dipercayai umat Budha tumbuh setiap 3.000 tahun sekali, ditemukan tumbuh di dataran Engku Putri, Batam. Penemuannya pun secara tidak sengaja oleh bocah Evi Yanti yang berusia 10 tahun saat mengikuti senam Falun Dava, Minggu (27/4) pagi.
Oleh umat Budha, bunga ini sebagai penanda datangnya Raja Sakral Falun (Roda Hukum). Penemuan bunga yang tumbuh 3.000 tahun sekali tersebut menjadikan Kota Batam sebagai tempat ke tujuh di dunia sebagai tempat tumbuhnya bunga langka ini.
Selain Batam, bunga tersebut sebelumnya ditemukan di Kota California Amerika Serikat, Australia, Korea, daratan China, Hong Kong, Singapura, Taiwan dan di Korea pada 1997.
Penemuan bunga itu tentu saja mengundang decak kagum. Puluhan peserta senam Falun Dava langsung berkerumun dan melihat bunga itu. “Saya melihat bunga Udumbara pertama kali di media cetak dan internet-internet,” tutur Evi.
Awalnya, Evi ingin memetik buah ceri yang tumbuh di tepi dataran Engku Putri. Tiba-tiba mata Evi terkesima melihat sekuntum bunga yang rasa-rasanya pernah ia lihat dan baca di media cetak dan internet.
Setelah menghampiri, rasa penasaran Evi berbuah menjadi ketakjuban. Ia bisa melihat secara langsung bunga Udumbara yang sebelumnya hanya bisa ia dengar legendanya.
Evi kemudian memanggil Rudi, seorang peserta senam. Rudi kaget dengan munculnya bunga tersebut di Batam.”Ini luar biasa buat masyarakat Batam,” ujar Rudi.
Bunga itu tumbuh di daun tumbuhan yang lain. Warnanya putih dan berukuran sangat kecil. Sekilas mirip dengan sarang laba-laba yang menempel di daun.
Peserta senam kemudian berinisiatif berkeliling dataran Engku Putri. Secara mengejutkan, mereka juga menemukan bunga sama di empat tempat yang berbeda. Bunga itu juga tumbuh di daun bunga yang lain.
Bunga Udumbara dipercaya datang ke dunia dengan cara-cara yang luar biasa. Bunga langka ini, sejauh ini telah ditemukan pada beberapa obyek, yaitu patung Buddha, pipa baja, jendela, daun-daunan, dan batu bata.
Menurut kitab Buddha, “Udumbara” adalah bahasa Sanskrit yang berarti “bunga keberuntungan dari surga.” Rol ke 8 dari kitab “Huilin Yin yi” (sebuah kitab Buddha), mengatakan: “Udumbara adalah lambang spiritual yang sangat baik, Bunga Surga, di dunia tidak terdapat bunga ini, di Kala sang Tathagatha atau Raja Roda Emas datang ke dunia, karena rahmat dan kebajikan yang sangat besar barulah akan membuat bunga ini muncul.”
Menurut kitab suci Budha kuno, warna putih “bunga Surga” selain menggambarkan kesan kelembutan juga menandakan datangnya Raja Sakral Falun atau Raja Roda Hukum umat Budha.
Berbeda dengan tempat tumbuhnya sebelumnya yang kebanyakan di patung Budha, pipa baja, jendela, daun-daunan, dan batu bata, di dataran alun-alun Engku Putri Batam Centre, bunga yang luar biasa langka itu hanya tumbuh di atas delapan daun beberapa bunga.
Bunga yang mungil, lembut dan memiliki tangkai lebih kecil dari rambut manusia itu berwarna putih, tumbuh dan menggantung pada tangkai-tangkai serabut halus.
Beberapa daun mempunyai 30 tunas kecil di atasnya tapi ada juga sebagian memiliki 40, 50 atau 60 tunas.
Menurut “Etimologi dalam YinYi Huilin,” sebuah kitab suci Buddha dari Dinasti Tang pada awal abad ke-9, “Udumbara muncul di Langit. Ini bukan milik manusia di dunia. Hanya maha belas kasih dari Tathagata yang sedang bereinkarnasi atau munculnya Raja Sakral Falun yang akan menyebabkan Udumbara muncul di dunia manusia.”(aprizal/yahya)

Aneka ragam budaya Jepang (bunka, matsuri, ongaku, eiga , iro-iro aru)

Aneka ragam budaya Jepang (bunka, matsuri, ongaku, eiga , iro-iro aru)

18th March 2008, 06:07
Negara Jepang kaya dengan berbagai kebudayaan leluhurnya yang beraneka ragam. Walaupun saat ini perkembangan teknologi di Jepang terus up date dalam hitungan perdetik , namun sisi tradisional masuh terus dilestarikan hingga sekarang ini. Berikut ini adalah salah satu dari berbagai macam kebudayaan Jepang yang masih terus berlangsung hingga saat ini :Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan.Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan.SejarahMatsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.

Perpaduan Tari Yogya - Bali Ditampilkan di PKB

Perpaduan Tari Yogya - Bali Ditampilkan di PKB
var print_news_url = "http://www.kapanlagi.com/h/0000222568_print.html";
var have_artist = true;

var news_url = "http://www.kapanlagi.com/h/0000222568.html";
var news_id = "222568";
var news_title = "Perpaduan%20Tari%20Yogya%20-%20Bali%20Ditampilkan%20di%20PKB";

var artist_name = "";
var artist_url = "";


KIRIM EMAIL KE TEMAN
Informasikan ke teman-teman Anda mengenai berita di bawah melalui email.
Nama Anda
Alamat Email Anda
Kirim Ke
Nama
Email
kirim copy ke email saya

KOMENTAR PEMBACA
Berikan komentar Anda untuk berita di bawah.Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
Nama Anda
:
Email Anda
:
Komentar
:
KapanLagi.com berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan

KOMENTAR FANS
Anda fans ? Berikan komentar Anda. Komentar akan ditampilkan di halaman biografi , diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
Nama Anda
:
Email Anda
:
Pesan
:
KapanLagi.com berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan

NEWSLETTER KAPANLAGI.COM
Dapatkan berita terbaru di email Anda setiap hari.
Nama:
Email:
Kategori berita yang diinginkan:
Selebriti
Film
Musik
Televisi
Hollywood
Bollywood
Asian Star
Sinetron
Bola Internasional
Bola Nasional
Seleb-OR
Olahraga Lain-lain
Hukum-Kriminal
Kasus Narkoba
Politik Nasional
Politik Internasional
Ekonomi Nasional
Ekonomi Internasional

Minggu, 13 April 2008 09:37
BERI KOMENTAR
CETAK BERITA INI
KIRIM KE TEMAN
Ikuti Kuis Berhadiah, King Vs Queen of Pop

Kapanlagi.com - Tabuh dan tari khas Yogyakarta akan dikolaborasikan dengan tari Bali untuk ditampilkan dalam memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-30, yang akan berlangsung sebulan penuh di Denpasar, Bali 14 Juni hingga 12 Juli 2008.
"Sedikitnya 25 seniman andal asal Yogyakarta akan berkolaborasi dengan 30 seniman Bali," kata Ketua Sanggar Seni Tridatu Anturan Singaraja, I Nyoman Sugita Rupiana di Denpasar Minggu.
Ia mengatakan, kolaborasi seniman andal Yogyakarta dan Bali itu mendapat dukungan dan sambutan yang positif dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yogyakarta.
Berbagai persiapan, termasuk melakukan latihan bersama segera akan dilakukan kedua belah pihak, dengan harapan mampu tampil secara maksimal.
Ke-20 seniman andal dari Yogyakarta yang akan mendukung pementasan kolaborasi Jawa-Bali itu berasal dari sejumlah desa di daerah itu yang diseleksi oleh Dinas Kebudayaan setempat.
"Mereka cukup antusias untuk mengikuti aktivitas seni tahunan di Pulau Dewata, dengan harapan dapat memperkenalkan secara luas tari stil Yogyakarta, sekaligus promosi pariwisata daerah itu," ujar Sugita.
PKB ke-30 yang mengangkat tema "Citta Wretti Nirodha", yakni Pengendalian diri Menuju Keseimbangan dan Keharmonisan telah tercatat tidak kurang dari 22 propinsi di Indonesia yang berperanserta dalam pementasan.
Selain pementasan menurut Kasubdis Kesenian Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, I Made Santha tim kesenian luar Bali itu, beberapa diantaranya ada yang ikut dalam pawai budaya serta pameran industri kecil dan kerajinan rumah tangga.
Tim kesenian tersebut antara lain dari Banten, Lampung Sulawesi Selatan,Yogyakarta, Riau, Sulawesi utara, DKI Jakarta, Lampung timur, Bangka Belitung, Maluku utara dan Kalimantan Tengah.
Mereka umumnya dikoordinir oleh Dinas Kebudayaan maupun Dinas Pariwisata daerah masing-masing sudah mengadakan koordinasi jauh sebelumnya dengan panitia PKB.
Hal itu sangat memudahkan panitia dalam menyusun jadual pentas pada pada enam panggung di Taman Budaya Denpasar, tempat berlangsungnya aktivitas seni tahunan Pulau Dewata, kata Santha. (*/erl)